Prestasi membanggakan kembali diraih Kota Bandar Lampung. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Hj. Eva Dwiana, kota ini berhasil masuk delapan besar terbaik nasional dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
(Balamnetwork.com): Capaian ini menegaskan bahwa pemerintahan di Bandar Lampung terus bergerak menuju tata kelola yang inovatif, adaptif, dan berpihak pada pelayanan publik.
Bukti Pemerintahan Inovatif
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandar Lampung, Hadi Suryono, menyebut keberhasilan ini sebagai bukti nyata kepemimpinan Eva Dwiana yang membawa semangat perubahan.
“Kita patut bangga. Bandar Lampung masuk delapan besar nasional. Ini prestasi luar biasa bagi kita semua,” ujar Hadi di sela peresmian Pelayanan Statistik Terpadu (PST) di Kantor BPS Bandar Lampung, Jumat, 7 November 2025.
Meski tak hadir langsung di Jakarta, jajaran BPS Kota Bandar Lampung tetap memberikan dukungan penuh secara daring. “Kemarin Bunda Eva ke Jakarta, kami nonton bareng lewat YouTube. Kami ikut support lewat komentar dan doa agar Bandar Lampung bisa jadi yang terbaik,” kata Hadi tersenyum.
Motivasi ASN dan Lembaga Daerah
Menurutnya, capaian ini menjadi dorongan bagi seluruh ASN dan lembaga daerah untuk terus berinovasi.
“Ini jadi motivasi bagi kami di BPS untuk berinovasi di bidang data dan statistik. Arahan Pak Riswan jelas, Bandar Lampung sebagai ibu kota provinsi harus jadi contoh bagi daerah lain,” ujarnya.
Hadi menegaskan komitmen BPS untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dengan semangat kerja bertajuk Be The First, Be The Best. “Kami ingin jadi yang pertama dan terbaik dalam menyediakan data akurat dan bermanfaat bagi pembangunan kota,” tegasnya.
Dua Inovasi Unggulan Bunda Eva
Keberhasilan Bandar Lampung menembus delapan besar nasional tak lepas dari dua inovasi unggulan Pemkot di bidang non-digital dan digital. Untuk inovasi non-digital, Pemkot fokus pada layanan kesehatan ibu dan anak di puskesmas.
Program ini memantau kondisi ibu hamil dan bayi secara rutin untuk menekan angka stunting. Setiap bayi yang lahir juga mendapat layanan foto gratis sebagai bentuk apresiasi dan pelayanan publik yang humanis.
Sementara di bidang digital, Pemkot meluncurkan Sistem Informasi Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan (SIP PBB)— aplikasi berbasis web yang memudahkan warga mengecek dan membayar pajak secara daring. Layanan ini terhubung dengan berbagai kanal pembayaran seperti Indomaret, Alfamart, mobile banking, dan QRIS.
Pemkot juga memberikan keringanan PBB, mulai dari penghapusan tagihan di bawah Rp150 ribu hingga potongan 30–50 persen untuk nominal tertentu.
“Inovasi ini membuat pelayanan publik makin mudah, cepat, dan transparan, sekaligus meningkatkan PAD untuk pembangunan kota,” ujar Eva Dwiana.
Semangat inovasi itu kini menjadi bagian dari denyut Kota Tapis Berseri. Di tangan Eva Dwiana, Bandar Lampung tak hanya bergerak maju — tapi juga belajar menjadi kota yang berpihak pada warganya, tumbuh dengan ide, dan melayani dengan hati.(*)















