Telukbetung Timur, Pagar Karang yang Menyimpan Jejak Pesisir Tua Bandar Lampung

Kamis, 13 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Ist

Ilustrasi: Ist

Kecamatan Telukbetung Timur menjadi salah satu wilayah unik di Kota Bandar Lampung. Kawasan ini memiliki bentang alam lengkap — dari perbukitan, dataran rendah, hingga garis pantai — dengan suhu rata-rata 28 derajat Celsius.

Kecamatan ini dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 04 Tahun 2012 tentang Penataan dan Pembentukan Kelurahan dan Kecamatan. Kini Telukbetung Timur terbagi menjadi enam kelurahan: Kota Karang, Kota Karang Raya, Perwata, Keteguhan, Sukamaju, dan Way Tataan.

Salah satu kawasan bersejarah di kecamatan ini adalah Kelurahan Kota Karang Raya, wilayah pesisir yang menyimpan kisah panjang sejak abad ke-18. Menurut catatan lokal, daerah ini pertama kali dibuka oleh Pangeran Tanun Dewangsa dan Pangeran Tanun Jaya bersama keluarganya. Mereka berasal dari Sekala Bekhak, keturunan Buay Nunyai — salah satu marga tertua di Lampung.

Nama Kota Karang berasal dari istilah Lampung Kutakakhang, yang berarti Pagar Karang. Pada masa lampau, wilayah ini dipagari batu karang untuk melindungi permukiman pesisir dari serangan bajak laut yang kerap bersandar di Teluk Lampung. Dari situlah nama Kota Karang melekat hingga kini.

Pada 17 September 2012, Kelurahan Kota Karang resmi dimekarkan menjadi dua wilayah: Kota Karang dan Kota Karang Raya, sesuai Peraturan Daerah Nomor 04 Tahun 2012. Luas wilayah Kota Karang Raya tercatat hanya 0,22 kilometer persegi dengan penduduk sekitar 5.933 jiwa, menjadikannya kelurahan terkecil di Telukbetung Timur.

Wilayah pesisir ini memiliki pasar tradisional yang menjadi pusat ekonomi warga, meski kondisi lingkungannya masih memerlukan perhatian. Pengelolaan sanitasi yang kurang baik membuat kawasan sekitar pasar tampak kumuh, terutama saat hujan turun dan air bercampur dengan sisa sampah dagangan. Sebagian besar warganya bekerja sebagai nelayan, pemulung, dan pekerja lepas harian.

Di sela sempitnya gang-gang pesisir, suara anak-anak bermain bercampur dengan aroma ikan asin yang dijemur di depan rumah. Meski sederhana, semangat hidup warga Kota Karang Raya tetap hangat — seperti ombak kecil Teluk Lampung yang terus berulang memecah karang tua di tepinya.(*)

Berita Terkait

Kamis, 13 November 2025 - 01:38 WIB

Telukbetung Timur, Pagar Karang yang Menyimpan Jejak Pesisir Tua Bandar Lampung

Berita Terbaru

Yuyun Candra Wati Merintis karir sebagai paralegal mengadvokasi rakyat.

Sosok

Yuyun Candra Wati, Meniti Jalan Menuju Advokat Rakyat

Sabtu, 27 Des 2025 - 14:41 WIB

Foto: Ist

Tanjung Karang Barat

Cegah Banjir, Pemkot Bandar Lampung Perlebar Sungai di Gang Sawo

Kamis, 13 Nov 2025 - 01:59 WIB