Telukbetung Utara menjadi salah satu kecamatan paling sibuk di Kota Bandar Lampung. Wilayah yang berada di jantung kota ini dikenal sebagai pusat kegiatan pemerintahan dan jalur ekonomi utama, setelah Kecamatan Tanjungkarang Pusat.
Jalan Robert Wolter Monginsidi, ruas protokol yang melintasi kawasan ini, menjadi denyut utama lalu lintas kota. Di sepanjang jalan itu berdiri gedung-gedung penting, mulai dari Kantor Gubernur Lampung, DPRD Provinsi, hingga sejumlah instansi pemerintahan. Kantor cabang utama PT Jasa Raharja, Pengadilan Negeri Tanjungkarang, dan Pengadilan Tinggi Provinsi Lampung juga berada di jalur yang sama.
Suasana kawasan ini hidup sejak pagi. Lalu lintas padat, deretan ruko dan pusat pertokoan mulai buka, aroma kopi dari kedai kecil bercampur dengan suara mesin fotokopi yang sibuk. Telukbetung Utara bukan hanya pusat pemerintahan, tapi juga denyut ekonomi warga kota.
Selain itu, wilayah ini dilintasi Jalan Pangeran Emir M. Noer — jalur distribusi barang sekaligus akses utama menuju kawasan wisata di bagian barat Bandar Lampung dan pantai-pantai di Kabupaten Pesawaran. Keberadaan jalur ini menjadikan Telukbetung Utara sebagai titik transit penting antara Tanjungkarang dan Telukbetung.
Di kawasan ini pula berdiri Kantor Wali Kota Bandar Lampung dan Masjid Al Furqon, masjid terbesar di kota. Di sekitarnya mulai tumbuh deretan hotel dan pertokoan modern di sepanjang Jalan Monginsidi dan Jalan Pangeran Diponegoro.
Perkembangan Telukbetung Utara terlihat dari siang yang kian padat dan malam yang tetap ramai. Lampu toko-toko berpendar, menandakan roda ekonomi tak berhenti berputar di pusat kota yang menjadi jantung kehidupan Bandar Lampung.(*)















